Pengunjung (Visitors)

Selasa, 05 Mei 2015

Transaksi

Transaksi Usaha
Transaksi usaha adalah kejadian yang mempengaruhi posisi keuangan perusahaan. Artinya suatu kejadian yang mengakibatkan berubahnya jumlah atau komposisi persamaan antara kekayaan dengan sumber pembelanjaan.

Nilai Transaksi
Alat pengukur transaksi yang digunakan dalam Akuntansi adalah satuan uang. Misal: suatu perusahaan membeli kendaraan dengan harga Rp 10.000.000. Harga yarg disepakati Rp 10.000.000 itu merupakan nilai transaksi pembelian kendaraan.

Persamaan Akuntansi
Persamaan akuntansi merupakan gambaran keseimbangan antara kekayaan dengan sumber pembelanjaan. Sumber pembelanjaan dapat dibagi menjadi 2, yaitu dari Kreditur dan Pemilik Hubungan ini dapat dinyatakan dalam bentuk persamaan sebagai berikut:

Kekayaan = Sumber Pembelanjaan
Harta = Hutang + Modal
Aktiva = Pasiva

Dari persamaan di atas dapat disimpulkan bahwa jumlah Harta sama dengan jumlah Hutang ditambah jumlah Modal. Dengan kata lain jumlah sisi kiri harus sama dengan jumlah sisi kanan. Kebiasaan dalam akuntansi bahwa untuk ruas kiri disebut dengan Aktiva dan ruas kanan disebut dengan Pasiva.

Elemen-Elemen Persamaan Akuntansi
Aktiva
Aktiva adalah sumber-sumber ekonomi yang dimiliki perusahaan yang biasannya dinyatakan dalam satuan uang. Untuk memudahkan pemahaman bagi pembaca laporan keuangan biasanya aktiva dicantumkan dalam neraca dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Aktiva Lancar : Kas Kecil, Kas, Surat Berharga, Piutang Dagang, Piutang Wesel, Persediaan, Perlengkapan, dll.
2. Aktiva Tetap : Tanah, Gedung, Mesin, Peralatan, dll.
3. Aktiva Lain-lain : Goodwill, Hak Cipta, dll.

Hutang
Hutang adalah kewajiban-kewajiban yang harus dibayar oleh perusahaan dengan uang atau jasa pada suatu saat tertentu dimasa yang akan datang. Hutang dilaporkan di dalam neraca menurut urutan saat pelunasannya dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Hutang Lancar (Hutang Jangka Pendek) : Hutang Dagang, Hutang Bank, Hutang Wesel.
2. Hutang Jangka Panjang : Hutang Obligasi, Hutang Hipotik.

Modal
Modal pada hakikatnya merupakan hak pemilik perusahaan atas kekayaan (aktiva) perusahaan. Besarnya hak pemilik sama dengan aktiva bersih perusahaan, yang selisih antara aktiva dengan hutang. Adapun transaksi-transaksi yang berpengaruh terhadap modal sebagai berikut:
1. Setoran Modal oleh pemilik merupakan kegiatan pemilik perusahaan menyerahkan kas atau kekayaan lainnya sebagai setoran modal, sifatnya menambah jumlah modal.
2. Pengambilan Prive oleh pemilik merupakan kegiatan pemilik perusahaan mengambil kas untuk keperluan pribadi, sifatnya mengurangi jumlah modal.
3. Penghasilan perusahaan yang diperoleh melalui penyerahan barang atau jasa, sifatnya menambah  jumlah modal.
4. Biaya yang terjadi dalam proses mendapatkan penghasilan, sifatnya mengurangi jumlah modal.

Pengertian Kas

Kas menurut pengertian yang sempit berarti uang. Di dalam akuntansi istilah kas mengandung pengertian yang lebih luas karena meliputi juga uang kertas, uang logam, check, pos wesel, simpanan di bank dan segala sesuatu yang dapat disamakan dengan uang.

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa elemen-elemen kas terdiri atas hal-hal sebagai berikut:
a. Uang tunai (uang kertas, uang logam).
b. Check, pos wesel dan simpanan di bank.
c. Hal-hal yang dapat disamakan dengan uang.

Uang tunai adalah semua alat pembayaran yang sah yang wajib diterima oleh siapa saja sebagai alat pembayaran. Segala jenis uang yang laku untuk digunakan sebagai alat pembayaran merupakan elemen yang paling mudah untuk dikategorikan sebagai kas.

Check yang dimaksudkan di sini adalah check yang diterima dari pihak lain sebagai alat pembayaran, di mana alat check tersebut setiap saat dapat diuangkan di bank. Check mundur (posdated check) yaitu check yang baru dapat diuangkan setelah tanggal tertentu yang tercantum dalam check yang baru dapat diuangkan setelah tanggal tertentu yang tercantum dalam check tersebut, tidak dapat digolongkan sebagai kas jika sampai tanggal neraca belum diuangkan.

Simpanan di bank yang dapat digolongkan sebagai kas adalah simpanan yang setiap saat dapat diambil atau dikeluarkan untuk pembayaran. Simpanan-simpanan di bank yang tidak memenuhi syarat ini, tidak dapat digolongkan sebagai kas.

Hal-hal lain yang dapat disamakan dengan uang, terdiri atas surat-surat yang dapat diuangkan setiap saat di bank, di mana bank akan bersedia membayar sebesar nilai nominal yang tercantum dalam surat tersebut. Contoh yang termasuk dalam hal ini misalnya Bank Draft.

Cara Penyajian Kas dalam Neraca
Kas dilaporkan dalam neraca sebesar nilai nominalnya. Penyajian kas di dalam neraca dapat dilakukan dengan berbagai cara yang dapat dilakukan untuk menyajikan kas. Cara yang paling umum digunakan adalah:
1) Digunakan satu rekening "Kas" yang menunjukkan seluruh elemen kas yang dimiliki perusahaan, baik kas yang ada di perusahaan maupun kas yang disimpan di bank dalam bentuk rekening-rekening giro.
2) Kas dibagi menjadi 2 rekening yaitu:
    a. Rekening "Kas" yang menunjukkan saldo kas yang ada di perusahaan.
   b. Rekening "Bank" yang menunjukkan saldo kas yang disimpan di bank dalam bentuk rekening-rekening Giro.

Gambaran Umum Akuntansi

1. Definisi Akuntansi
Akuntansi adalah proses pencatatan, pengklasifikasian, pelaporan dan penganalisaan data-data keuangan suatu badan usaha guna memberikan informasi bagi pihak-pihak yang membutuhkan sebagai alat pengambilan keputusan.
Dari definisi di atas tujuan utama akuntansi adalah menyajikan informasi dari suatu badan usaha kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Informasi yang dihasilkan berguna bagi pihak-pihak di dalam maupun di luar perusahaan.

2. Pemakai Informasi Akuntansi
Informasi Akuntansi sangat dibutuhkan baik oleh pihak di dalam perusahaan maupun luar perusahaan. Adapun pihak-pihak ekstern dan intern tersebut dalam sebagai berikut:
1) Pihak intern perusahaan, yang terdiri dari pihak manajemen dan karyawan.
2) Pihak ekstern perusahaan, yang terdiri dari pemilik perusahaan (investor), para kreditur, dan badan pemerintah.

3. Bidang-Bidang Akuntansi
Bidang-bidang khusus di dalam Akuntansi adalah:
1) Akuntansi Keuangan (Financial Accounting) merupakan bidang yang berkaitan dengan proses pencatatan sampai dengan penyusunan laporan keuangan.
2) Akuntasi Pemeriksaan (Auditing) merupakan bidang yang berhubungan dan pemeriksaan terhadap laporan keuangan yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan. Tujuan utama dari pemeriksaan adalah agar informasi akuntansi yang disajikan dapat dipercaya.
3) Akuntansi manajemen (Management Accounting) merupakan bidang yang berhubungan dengan analisa atas laporan keuangan maupun laporan-laporan akuntansi yang lain sebagai dasar untuk pengambilan keputusan manajemen.
4) Akuntansi Biaya (Cost Accounting) merupakan bidang akuntansi yang menekankan pada penentuan dan pengendalian biaya dalam perusahaan.
5) Akuntansi Perpajakan (Tax Accounting) merupakan bidang yang menitik beratkan pekerjaan pada perencanaan pajak maupun administrasi perpajakan.
6) Sistem Informasi Akuntansi (Accounting Information System) merupakan bidang yang berhubungan dengan perencanaan serta pelaksanaan prosedur pengumpulan keuangan
maupun non keuangan.
7) Anggaran (Budgeting) merupakan bidang yang berhubungan dengan penyusunan rencana keuangan mengenai kegiatan perusahaan untuk jangka waktu tertentu di masa yang akan datang serta analisa dan pengendalian.
8) Akuntansi Pemerintahan (Governmental Accounting) merupakan bidang yang berhubungan dengan pencatatan dan pelaporan transaksi-transaksi pemerintah. Laporan yang disajikan tentang aspek kepengurusan administrasi keuangan negara dan mencakup pengendalian atas pengeluaran keuangan negara.

4. Akuntansi Pendidikan
Di bidang pendidikan, staf pengajar akuntansi dituntut untuk melakukan riset dalam rangka pengembangan model dan kurikulum akuntansi yang paling sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan negara, jadi dapat disimpulkan bahwa akuntansi adalah suatu pengetahuan yang luas dan kompleks dan dapat memberi tantangan intelektual. Struktur akuntansi menggambarkan pengertian akuntansi secara luas sebagai teknologi, bidang studi, dan profesi. Penguasaan pengetahuan akuntansi menjadi bekal untuk memasuki bidang pekerjaan yang sesuai dengan minat seseorang.

5. Perkembangan Profesi Akuntansi
Secara umum, sebutan untuk mereka yang telah memiliki pengetahuan dan keterampilan di bidang akuntansi melalui pendidikan formal tertentu adalah akuntan, sedangkan sebutan untuk mereka yang menjalankan praktik untuk kepentingan umum (dengan mendirikan kantor akuntan) adalah Akuntan Publik.
Di Indonesia untuk jenjang pendidikan akuntansi, dimulai dari jalur pendidikan akademik (S1, S2, dan S3) dan jalur pendidikan vokasional (D1-D4). Pada lingkungan profesi akuntansi, telah dibuka berbagai pendidikan profesi semisal Pendidikan Profesi Akuntansi (PPA) yang dilakukan dalam rangka mendapatkan kompetensi pekerjaan seorang akuntan dengan terlebih dahulu mengikuti Ujian Sertifikasi Akuntan Publik atau Ujian Certified Professional Management Accountant. Sertifikasi dilakukan oleh lembaga Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).
Akuntan dapat digolongkan menjadi 4 golongan, yaitu:
a. Akuntan Publik (Public Accountant)
Akuntan publik sering disebut juga dengan akuntan ekstern (external accountant), akuntan independen yang memberikan jasa-jasanya secara profesioral atas pembayaran, tertentu. Jasa-jasa yang dapat diberikan oleh akuntan publik dapat berupa: jasa pemeriksaan (audit), jasa perpajakan (tax service), jasa konsultasi manajemen (management advisory service).
b. Akuntan Manajemen (Management Accountant)
Akuntan manajemen atau sering disebut dengan akuntan intern (internal accountantadalah akuntan yang bekerja dalam suatu perusahaan atau organisasi.
c. Akuntan Pemerintah (Governmental Accountant)
Akuntan Pemerintah adalah akuntan yang bekerja pada badan-badan pemerintahan seperti departemen-departemen, Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
d. Akuntan Pendidik
Akuntan Pendidik adalah akuntan yang bidang pekerjaannya adalah mendasar dalam bidang akuntansi, menyusun, mengembangkan kurikulum akuntansi, dan melakukan penelitian di bidang akuntansi.

Minggu, 19 April 2015

Intermediate Accounting, 12th Edition Kieso, Weygandt, and Warfield

Intermediate Accounting, Twelfth Edition
Chapter 01 Financial Accounting and Accounting Standards TusFiles MediaFire
Chapter 02 Conceptual Framework Underlying Financial Accounting TusFiles MediaFire
Chapter 03 The Accounting Information System TusFiles MediaFire
Chapter 04 Income Statement and Related Information TusFiles MediaFire
Chapter 05 Balance Sheet and Statement of Cash Flows TusFiles MediaFire
Chapter 06 Accounting and the Time Value of Money TusFiles MediaFire
Chapter 07 Cash and Receivables TusFiles MediaFire
Chapter 08 Valuation of Inventories: A Cost-Basis Approach TusFiles MediaFire
Chapter 09 Inventories: Additional   Valuation Issues TusFiles MediaFire
Chapter 10 Acquisition and Disposition of Property, Plant, and Equipment TusFiles MediaFire
Chapter 11 Depreciation, Impairments, and Depletion MediaFire
Chapter 12 Intangible Assets MediaFire
Chapter 13 Current Liabilities and Contingencies MediaFire
Chapter 14 Long-Term Liabilities MediaFire
Chapter 15 Stockholders’ Equity MediaFire
Chapter 16 Dilutive Securities and Earnings Per Share MediaFire
Chapter 17 Investments MediaFire
Chapter 18 Revenue Recognition MediaFire
Chapter 19 Accounting for Income Taxes MediaFire
Chapter 20 Accounting for Pensions and Postretirement Benefits MediaFire
Chapter 21 Accounting for Leases MediaFire
Chapter 22 Accounting Changes and Error Analysis MediaFire
Chapter 23 Statement of Cash Flows MediaFire
Chapter 24 Full Disclosure in Financial Reporting MediaFire

Minggu, 01 Maret 2015

Pengertian Bank

Secara sederhana bank diartikan sebagai lembaga keuangan yang kegiatan usahanya adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali dana tersebut ke masyarakat memberikan jasa-jasa bank lainnya.

Menurut Undang-Undang Nomor 10 tahun 1998 yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha bentuk simpanan dan menyalurkannya ke masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya ke masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Dari kedua definisi di atas dapat disimpulkan bahwa bank merupakan lembaga keuangan yang kegiatannya adalah:
  1. Menghimpun dana (uang) dari masyarakat dalam bentuk simpanan, maksudnya dalam hal ini bank sebagai tempat menyimpan uang atau berinvestasi bagi masyarakat. Tujuan utama masyarakat menyimpan uang biasanya adalah untuk keamanan uangnya. Sedangkan tujuan kedua adalah untuk melakukan investasi dengan harapan memperoleh bunga dari hasil simpanannya. Tjuan lainnya adalah untuk memudahkan melakukan transaksi pembayaran. Untuk memenuhi tujuan di atas, baik untuk mengamankan, uang maupun untuk melakukan investasi, bank menyediakan sarana yang disebut dengan simpanan. Jenis simpanan yang ditawarkan sangat bervariasi tergantung dari bank yang bersangkutan. Secara umum jenis simpanan yang ada di bank ada;ah terdiri dari simpanan giro (demand deposit), simpanan tabungan (saving deposit), dan simpanan deposito (time deposit).
  2. Menyalurkan dana ke masyarakat, maksudnya adalah bank memberikan pinjaman (kredit) kepada masyarakat yang mengajukan permohonan. Dengan kata lain bank menyediakan dana bagi masyarakat yang membutuhkannya. Pinjaman atau kredit yang diberikan dibagi dalam berbagai jenis sesuai dengan keinginan nasabah. Tentu saja sebelum kredit diberikan bank terlebih dahulu menilai apakah kredit tersebut layak diberikan atau tidak. Penilaian ini dilakukan agar bank terhindar dari kerugian akibat tidak dapat dikembalikannya pinjaman yang disalurkan bank dengan berbagai sebab. Jenis kredit biasa diberikan oleh hampir semua bank adalah seperti kredit investasi, kredit mdal kerja dan kredit perdagangan,
  3. Memberikan jasa-jasa lainnya, seperti pengiriman uang (transfer), penagihan surat-surat berharga yang berasal dari dalam kota (clearing), penagihan surat-surat berharga yang berasal dari luar kota dan luar negeri (inkaso), letter of credit (L/C), safe deposit box, bank garanasi,bank notes, travellers cheque dan jasa lainnya. Jasa-jasa bank lainnya ini merupakan jasa pendukung dari kegiatan pokok bank yaitu menghimpun dan menyalurkan dana.